Informasi

Penting Loh CKIB

By October 5, 2018 No Comments

APA ITU CKIB???

Dalam rangka menghadapi globalisasi perdagangan, setiap komoditas perikanan yang akan di ekspor wajib memenuhi persyaratan negara tujuan  sekaligus mempunyai keunggulan mutu sehingga dapat diterima di negara tujuan dan mampu bersaing dengan produk perikanan dari negara lain. Beberapa persyaratan negara tujuan ekspor antara lain adalah ikan harus bebas hama dan penyakit ikan (HPI) tertentu, Unit Usaha Pembudidayaan Ikan (UUPI) menerapkan prinsip-prinsip biosekuriti, serta UUPI memiliki data kesehatan ikan yang tertelusuri.

Berkaitan dengan tuntutan terhadap kesehatan dan kualitas ikan yang diperdagangkan baik untuk tujuan ekspor, impor dan antar area di dalam negeri, Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) melalui Pusat Karantina Ikan (PUSKARI) telah mengembangkan Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB). CKIB merupakan metode yang berisikan standar operasional prosedur (SOP) yang digunakan untuk memastikan bahwa semua tindakan dan penggunaan fasilitas instalasi karantina dilakukan secara efektif, konsisten, sistematis dan memenuhi standar biosekuriti untuk menjamin kesehatan ikan.

Adapun tujuan penerapan CKIB adalah mendorong UUPI melaksanakan manajemen kesehatan ikan yang baik dengan menerapkan prinsip-prinsip biosekuriti pada setiap tahapan produksi budidaya. Selain itu, pada pencatatan/pendokumentasian kegiatan harus dilakukan selama proses produksi hingga distribusi. Melalui penerapan CKIB di UUPI, komoditas perikanan yang dihasilkan diharapkan dapat memenuhi jaminan kesehatan ikan. Dengan demikian, daya saing komoditas perikanan yang diekspor akan meningkat. Sedangkan untuk kegiatan impor dan antar area di dalam negeri, penerapan CKIB dapat memberikan jaminan kesehatan ikan yang dimasukkan dan dilalulintaskan antar area, dalam rangka perlindungan sumberdaya ikan Indonesia dari serangan HPI Karantina atau HPI tertentu.

Tujuan

Tujuan dari penyusunan pedoman Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB) adalah:

  • Sebagai pedoman bagi UUPI dalam penerapan CKIB berdasarkan prinsip-prinsip biosekuriti guna menghasilkan ikan yang sehat, bermutu, tertelusur dan memenuhi persyaratan negara tujuan, serta persyaratan karantina ikan untuk impor dan/atau antar area.
  • Sebagai pedoman bagi UPT-KIPM dalam melaksanaan pembinaan survailan HPIK/HPI tertentu di UUPI.

Definisi

  • Unit Usaha Pembudidayaan Ikan (UUPI) adalah unit usaha yang melakukan kegiatan budidaya ikan berupa memelihara, membesarkan, meningkatkan mutu dan/atau membiakkan ikan serta memanen hasilnya dalam lingkungan yang terkontrol dengan tujuan komersial.
  • Instalasi Karantina Ikan (IKI) adalah tempat beserta segala sarana dan fasilitas yang ada padanya yang digunakan untuk melaksanakan tindakan karantina.
  • – Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB) adalah metode yang berisikan standar operasional prosedur (SOP) yang digunakan untuk memastikan bahwa semua tindakan dan penggunaan fasilitas instalasi karantina dilakukan secara efektif, konsisten, sistematis dan memenuhi standar biosekuriti untuk menjamin kesehatan ikan.
  • Jaminan Kesehatan Ikan adalah pernyataan untuk memberikan kepastian jaminan bahwa suatu media pembawa atau komoditi ikan bebas atau tidak tertular dari HPIK/HPI tertentu.
  • Biosekuriti adalah upaya pengamanan sistem budidaya dari kontaminan/tertular patogen akibat transmisi jasad dan jasad pembawa patogen ( carrier ) dari luar dengan cara cara yang tidak merusak lingkungan.
  • Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK) adalah semua hama dan penyakit ikan yang belum terdapat dan/atau telah terdapat di area tertentu di wilayah Republik Indonesia yang dalam waktu relatif cepat dapat mewabah dan merugikan sosio ekonomi atau yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.
  • Hama dan Penyakit Ikan (HPI) tertentu adalah semua HPI selain HPIK yang belum dan/atau tidak ditetapkan sebagai HPIK tetapi dicegah pemasukannya ke dalam dan/atau antar area di dalam wilayah Negara Republik Indonesia atau dipersyaratkan oleh negara tujuan.
  • Dokumen Mutu CKIB adalah sekumpulan dokumen yang berisi tentang panduan mutu, prosedur kerja dan/atau Instruksi kerja serta formulir kegiatan/rekaman data suatu UUPI dalam menerapkan CKIB berdasarkan prinsip-prinsip biosekuriti untuk menjamin kesehatan ikan.
  • Sertifikat CKIB adalah Sertifikat yang diterbitkan oleh Kepala Badan yang menyatakan bahwa UUPI yang tercantum di dalamnya telah secara konsisten menerapkan CKIB.
  • Verifikasi adalah rangkaian kegiatan pemeriksaan, penilaian dan evaluasi lainnya untuk memastikan bahwa rencana pengendalian kesehatan ikan yang dituangkan dalam dokumen mutu telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  • Inspeksi adalah kegiatan pemeriksaan terhadap penerapan CKIB pada UUPI berdasarkan prinsip-prinsip biosekuriti dan ketertelusuran.
  • Survailan adalah pengumpulan, analisis dan diseminasi informasi secara sistematis untuk mendukung klaim bahwa suatu populasi bebas penyakit tertentu atau untuk mendeteksi penyakit baru atau eksotik dalam rangka pengendalian penyakit secara cepat (Cameron, 2002).
  • Analisis risiko adalah rangkaian kegiatan untuk mengevaluasi peluang dan konsekuensi biologis dan ekonomis dari pemasukan suatu komoditi ikan dari suatu area kedalam suatu area lain.
  • Identifikasi Bahaya adalah proses identifikasi HPIK/HPI tertentu yang berpotensi terbawa masuk bersama media pembawa yang dilalulintaskan dan dapat menyebabkan bahaya terhadap kelestarian sumber daya ikan.
  • Penilaian Risiko adalah proses penilaian terhadap peluang masuk dan menyebarnya HPIK/HPI tertentu serta konsekuensi yang berkaitan dengan kelestarian sumberdaya ikan
  • Manajemen Risiko adalah penentuan pilihan pengelolaan risiko HPIK/HPI tertentu untuk menghilangkan atau mengurangi risiko masuk, menetap dan menyebarnya HPI ke suatu area baru.
  • Komunikasi Risiko adalah suatu proses pengumpulan informasi dan opini mengenai bahaya dan risiko dari pihak-pihak yang terkait dalam kegiatan analisis risiko, dan proses dimana hasil-hasil dari analisis risiko dan pengelolaan risiko yang diusulkan dikomunikasikan kepada para pembuat kebijakan dan pihak-pihak yang terkait.

Dasar Hukum

Dasar hukum yang digunakan dalam penyusunan Pedoman CKIB adalah:

  1. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 56, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3482);
  2. Undang-Undang nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan (lembaran negara Republik Indonesia Tahun 2004 nomor 118, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4433) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor45 tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 nomor 154, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5073);
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2002 tentang Karantina Ikan (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2002 Nomor 36, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4197);
  4. Peraturan Menteri Kelautan dan perikanan nomor. PER.05/MEN/2005, tentang Tindakan Karantina Ikan Untuk Pengeluaran Media Pembawa Hama dan Penyakit Ikan Karantina;
  5. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.20/MEN/2007 tentang Tindakan Karantina Untuk Pemasukan Media Pembawa Hama dan Penyakit Ikan Karantina Dari Luar Negeri dan Dari Suatu Area Ke Area Lain Di Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia;
  6. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor : 33/MEN/2014 tentang Instalasi Karantina Ikan;
  7. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: 26/MEN-KP/2013 tentang Penetapan Jenis-Jenis Hama dan Penyakit Ikan Karantina, Golongan, Media Pembawa dan Sebarannya

Peraturan pemerintah ini juga bisa di akses melalui website resmi pemerintah atau website dari karantina perikanan.

Website: www.kolamkita.com

Fanspage: bit.ly/FansPageKolamKita

WA: 081261508325 (bit.ly/WAKolamKita)

 

kolamkita

Author kolamkita

More posts by kolamkita

Leave a Reply